Iklan

" />

Dianiaya Paman-Bibi, Bocah Laki Laki 4 Tahun Koma

Redaksi
Wednesday 28 September 2022 | 11:42 WIB Last Updated 2022-09-28T06:03:01Z

Medantop.id, Tanah Karo - Ironis dialami bocah laki-laki berusai 4 tahun di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Sejak 3 tahun, ditinggal pisah orang tuanya. Kini mengalami koma, karena dianiaya paman dan bibinya yang bernama, Mariati (24) dan Josis Sembiring (30). 


Istimewa


Peristiwa naas tersebut terjadi November 2021, orangtua korban yang tinggal di Jakarta bercerai. Saat itu tersangka Mariati yang merupakan adik dari ayah korban, menjemput korban ke sana.


“Mariati datang ke Jakarta menjemput korban, dikarenakan ibu korban pergi meninggalkan ke duanya (korban dan ayahnya),”ujar Kasi Humas Polres Karo, Iptu Sahril dalam keterangannya, Selasa (27/9)


Karena tidak ada yang mengurus korban, ayahnya menyuruh Mariati untuk  membawa korban ke rumahnya di Desa Gurukinayan, Kecamatan Tigandreket, Kabupaten Karo.


Namun nasib tidak memihak korban, bocah yang harusnya mendapat limpahan kasih,   justru hidup penuh derita. Kemiskinan yang membelengguh Mariati dan suaminya Josis Sembiring, jadi alasan mereka menyiksa korban. 


“Mariati mudah kesal dan marah setiap korban ada melakukan kesalahan. Kekesalan Mariati dilakukan dengan mencubiti korban dan memukuli dengan rotan, memukuli dengan hanger jemuran pada bangian kaki, paha, punggung badan dan kepala korban,”kata Sahril


Selain itu emosi suami korban Josis Sembiring juga memuncak, lantaran 

orang tua korban juga, tidak pernah mengirim uang kepada mereka. 


“Josis Sembiring ikut juga marah ikut menganiaya korban dengan cara memukulinya dengan rotan ke bagian paha, kaki dan badan korban dan juga menekan telapak tangan korban hingga bengkak, juga diindikasi 3 jarinya (korban) pada tangan sebelah kiri, mengalami patah,”ujar Sahril


Tidak hanya itu, Josis juga berulang kali menyundutkan api rokok ke perut korban. 

mencakar wajah, leher dan mendorong korban sehingga terjatuh. 


Parahnya lagi, kata Sahril di Agustus 2022, korban pernah terjatuh hingga kepalanya bocor, namun hanya diberikan obat seadanya saja.


Ketika itu awalnya Mariati menyuruh korban untuk mandi sambil mengancam akan memukulnya.


“Dikarenakan korban takut, korban berjalan mundur sehingga terjatuh dan kepalanya mengenai seng yang ada di dekatnya, sehingga kepalanya mengalami luka koyak dan terbentur kayu broti. Saat itu, Mariati mengobatinya hanya dengan mengoleskan minyak Karo,”kata Sahril 


Penderitaan dan teriakan penyiksaan yang dialami korban sering didengar tetangga, namun mereka mereka tidak bisa berbuat banyak. Para tetangga juga iba lantaran korban sering ditelantarkan, tanpa diberi makan.


“Tetangga sering memberikan makanan kepada korban, namun apabila Mariati dan Josis mengetahui hal tersebut ke duanya kembali menganiaya korban,”ujar Sahril 


Keadaan korban yang kurus dan lebam sempat mengundang keprihatinan dari ibu Josis. Namun saat dinasehati ke dua pelaku justu marah kepadanya. 


“Mertuanya atau ibu Josis bersedia mengurusnya namun, Mariati dan Josis membanting barang memarahi serta mengusir ibunya. Tepatnya Seminggu yang lalu,”ujar Sahril.


Hingga akhirya warga sekitar mendapat informasi bahwa korban tengah demam, mereka lalu melaporkan  ke Kepala Desa Gurukinayan. 


Pihak desa langsung mengecek dan  kemudian membawa korban ke RSU Kabanjahe, Selasa (20/9). Lalu pada Sabtu (24/9) pihak desa  melaporkan kejadian ini kantor polisi.


Mendapat informasi dari kepala desa setempat, Unit PPA Polres Tanah Karo langsung mengecek ke RSU Kabanjahe dan berkoordinasi dengan Dinas PPPA Tanah Karo. 


“Saat itu kondisi korban menurun tanpa kesadaran dan harus dirujuk ke rumah Sakit di Medan, karena ada pendarahan di otak dan pada tubuh korban banyak luka pukul, cakar dan bekas sundutan rokok,”kata Sahril.


Korban saat itu juga dirujuk ke RS Adam Malik untuk pasien sosial, namun kondisi RS Adam Malik sedang full, hingga akhirnya korban dirujuk ke RS Bhayangkara Medan. 


Kata Sahril karena korban tidak memiliki BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), biaya pengobatan bocah tersebut ditangani Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicholas Sidabutar.


"Korban saat ini sedang dirawat intensif di RS Bhayangkara Medan, namun masih koma, kita doakan bersama agar korban cepat pulih kembali", ujar Sahril. 


Terkait peritiwa penganiayaan sendiri polisi telah bertindak cepat dan menangkap ke 2 pelaku.  


“Pelaku (sempat) berusaha melarikan diri meninggalkan desa, namun pelarian gagal dan petugas berhasil menangkap keduanya di daerah Desa Payung Kecamatan Tigandereket,”ujar Sahril


Kata Sahril proses hukum sudah ditahap penyidikan, tersangka Josis sudah ditahan  sedangkan Mariati penahanannya ditangguhkan, karena dalanm kondisi hamil dan masih mengurus anaknya yang berusia 2 tahun. 


“Namun polisi mewajibkan Mariati melapor setiap Senin dan Kamis setiap Minggunya. Keduanya dikenakan pasal 80 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang No. 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara,” tutup Sahril.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dianiaya Paman-Bibi, Bocah Laki Laki 4 Tahun Koma

Trending Now

Iklan

iklan